Minggu, 15 Januari 2012

Horcrux yang Hancur

Dari jauh aku melihat
Cahaya yang berterbangan seperti
Cahaya yang dikeluarkan deluminator
Dari situ aku mulai melihat
Ada yang berjalan tapi tak tampak
Bagaikan menggunakan jubah gaib . . .

Dan dari situ aku merasa
Seseorang memberiku sesuatu
Seindah liotin milik Regulus Black
Dan dari situ aku bingung
Dia menghilang seperti
Orang yang ber-disapparate . . .

Dia tidak menampakan wajahnya
yang cemas seperti Ron Weasley
Dia tidak bicara dan mudah menangis
seperti Hermione Granger
Dan dia kembali mengambil
liontin itu, dan menghancurkannya
Dengan pedang Gryffindor . . .



Lulu :)

Rabu, 11 Januari 2012

Puisi #3


Imajinasi

Jika Aku melihatnya..
Aku merasa bahagia..
Jika Aku melihat tingkahnya
Aku pun bahagia..
Jika Aku melihat cara bicaranya
Aku pun kagum melihatnya..
Itulah aku padanya
Dan inilah Aku sebenarnya..

Aku ingin merubah karakterku yang gila!
Karakterku gila karnanya..
Pikiran ku pun memikirkannya
Yang tidak bisa berhenti karnanya
Meski hanya imajinasi tentangnya..

Aku sangat mengaguminnya
Walau dia hanya di imajinasi saja…
Jika ada orang sepertinya..
Mungkin aku hanya dian melihatnya..
Mengaguminya.. memikirkannya..
Karna itu karakterku yang sebenarnya…








Lulu :)

Kamis, 22 September 2011

FF GAJE GOMAWO :) PART. 02


Cast :
Lee Sungmin aka Sungmin
Lee Hyuk Jae aka Hyuk Jae
Cho KyuHyun aka Kuhun
Lee Soon Ji aka Eonni
Lee Min Ae aka Aihara Ruru
Choi Hwa Yong aka Niichan
Lee Soo yun aka Soo Yun
Park Chaerin aka Nada


Sebelumnya dalam FF GAJE GOMAWO :) PART. 01

setelah Ruru membaca tulisan itu.
"kau tau tulisan itu untuk siapa?" tanya Yesung cepat
"tentu saja untuk pyojeong namja"
"laki" tanpa ekspresi?" jawab yesung memastikan
"ne"
"kira-kira  siapa yaa.. dikelas kita" pikir Yesung
" Hmmm" gumam Ruru " Hey, kenapa kau begitu penasaran hah?" tanya Ruru pada Yesung.


All POV
Yesung berdiam sejenak untuk mencari kata yang tepat di keluarkan
"Ah! tidak" diam " bagaimana kalau kita sebutkan cowo cowo di kelas" usul Yesung
"Ya! betul sekali" berfikir sejenak " kta mulai dari siapa?"
"bagaimana... KyuHyun?" kata Yesung
"aniyo ... aniyo.... aniyo... dia selalu marah marah" jelasku
"oh ia ya... Siwon?"
"aniyo ... aniyo.... aniyo... dia selalu seneng seneng sendiri ajah"
"oh ia ya.. Kibum?"
"aniyo ... aniyo.... aniyo... dia kalau tidak dapat nilai A nangis chingu.."
"Yaaa... terus tulisan itu untuk siapa?" tanya yesung putus asa
"untuk Yesung hahhaha :D" kata Ruru sambil tertawa menyelidiki
"yang benar aja itu untukku" timpalnya tak percaya
"tulisan ini untukmu sungguh" jawabku menyakinkan
"sepertinya iya deh" katanya malu malu


Festival kembang api
Nichan's POV
aku tak habis pikir ternyata benar, kukira Yesung berbohong untuk pergi bersamaku dan hanya menghindari ajakan Nada saja.
"pasti semua yeoja di korea mempercayai kalau sepasang yeoja dann namja akan bersama selamanya jika mereka menonton kembang apai bersama. ia kan?" jelas Yesung membuka pembicaran dan diakhiri dengan pernyataan
"Hmmmm" aku hanya bergumam pura pura tidak tahu. padahal aku salah satu yeoja yang mempercayai pernyataan itu.
"tidak apa apa tidak djawab juga" kata Yesung " kau tau, aku ini namja yang tidak pandai bicara..." lanjutnya dan diam
" Ok! tak apa apa Yesung. kami kesini kan bukan untuk bicara. tapi, untuk melihat kembang api. bukan kah begitu?" kataku. padahal aku berkata seperti itu karenanakupun tidak pandai bicara.
"kau benar juga Nichan" jawab Yesungbtersenyum padaku
Aigoo... senyumnya manis sekali. walaupun tetap tidak ada ekspresi
end of Nichan's POV

Soo Yun's POV
15menit sudah aku berdiri dtempat janjian yang kami sepakati. namun KyuHyun belum juga datang. apakah dia tidak akan datang dan hanya mementingkan gamenya? musim semi kali inii aku senang karena ketika festival kembang apai aku bisa pergi dengan pacar. tapi, aku juga kesal karena takut pacarku tidak bisa menemaniku melihat kembang apai yang indah.
"kau lama sekali Soo Yun! ini orange jus untuk mu" kata seorang namja tiba tiba dan memberi minuman kaleng untuku
"KyuHyun! kau yang lama..."
"Ah. tidak aku habis beli minum" belanya
"sudahlaaah..." akupun mulai membuka tutup botol minuman kaleng tersebut dan meminumnya

~it's lucky lucky lucky lucky day
   i want to every single day
tiba tiba terdengar suara dari Iphone KyuHyun. ia pun terus mengambilnya dan mulai membaca pesannya.
"Asa !!!" teriaknya setelah membaca pesan yang ada d Iphonenya
"wae?" tanyaku
"A.. temanku yang baik hati mengajakku main game gratis dan jika aku menag aku akan di traktir makan daging sapi!" jelasnya dengan senang
 "Gureyo?"
"Ne, aku harus segera kesana" katanya dan berlari kecil meningalkanku
"KyuHyun!" teriakku membuatnya berhenti " bagaiman dengan kembang apainya?" tanyaku berharap dia tidak jadi pergi
"Ah.. ne, kau saja yang melihatnya. jika kau melihatnya akupun akanmerasa melihatnya, karena kita adalah satu" jawabnya mencoba menghiburku dan dia melanjutkan pergi
"KyuHyun!" teriakku lagi
"Soo Yun! sudahlah kau jangan hiraukan kata kata yeoja yang ada d sekitarmu tentang festival kembang api" diam dan mendekatiku kemudian memegang kedua pundakku dengan kedua tangannya
"walaupun kita tidak menonton kembang apai bersama. kta kan tetap bersama kok! jangan khawatirkan hal selepe seperti ini" jelasnya tersenyum padaku dan meningalkanku
ada yang kurang darimu KyuHyun yaitu sopan santun. kapan, aku bisa mengajarkan itu padamu sedangkan kau hanya memikirkan game saja. dan, sekarang aku harus melihat kembang api. sesuai pesanya :)
end of Soo Yun's POV

Nada's POV
Dulu ketika SMP aku selalu pergi k Festival kembang api dengan teman-temanku. tapi, sekarang berbeda. teman-temanku sudah memiliki pacar hanya aku yang belum. dan aku tidak habis pikir kenapa aku bisa menyukai orang yang jelas-jelas tidak menyukaiku.
"Annyeong!" kata seorang namkja tiba tipa dan memukul pundakku " makan kembang gula sendirian saja ck ck ck" lanjutnya dan duduk disampingku
"Ne, annyeong!" balasku dengan muka masam " sedang apa kau d sini?" tanyaku dengan muka datar
"sendirian?" tanyanya dan mengambil sebagian kembang gula dariku
"Ya! Siwon, itu punyaku" kataku berteriak dan mencoba mengambil kembang gula darinya daaaan...
"nyammm.... nyammm... nyammm.... manis" lahapnya sambil meledekku
"kau sama saja dengan Kyuhyun!" bentakku monyong
"apa yang sama?"
"Jahil!!"
"Hey! kau sendirian?" tanyanya lagi
"sudah tau sendiri masih tanya "
"Mianhae.." katanya tersenyum padaku dan aku membalasnya dengan senyuman pahit
"oh ia, kenapa kau tidak pergi dengan gangmu" saranya
"mwo? gang?" tanyaku kaget
"ne, kau kan punya gang" jawabnya santai
"yah, aku punya itukan duluu"
"ya! sebelum Ruru datang"
"kenapa kau tau" tanyanya penasaran
"ya... tentu saja tau"
"A.. kau selalu memperhatikanku yaa?" tebakku menyelidiki "jangan jangan kau suka padaku hahhahhha" lanjutku kepedean
"ngawur!! oh! ia, berteman dengan Ruru gara gara Ruru dekat dengan Yesung yaaa?" tanyanya tiba tiba
"hah! kenapa kau bisa tau?" jawabku terheran heran
"karena aku bisa membaca pikiranmu hahhahhahaha :D"
"tidak lucu " kataku dan cemberut

~beep beep beep beep
suara yang berasal dari Hpnya Siwon. kulihat dia langsung membuka pesan masuk dan membacanya.

"aku harus pergi!" katanya seraya berdiri
"wae?" tanyaku reflek
"Kyuhyun mengajakku main game" katanya datar " sial sekali padahal aku ingin menonton kembang apai dengan orang yang aku cintai" lanjutnya tersenyum masam
"sudahlah.. tidak usah disesali tahun depan kan masih ada musim semi" kataku menghiburnya dan ikut berdiri " sudah sana pergi kau sudah ditunggu" lanjutku dan menepuk pundaknya
"ne!" dia diam dan meninggalkanku aku masi melihatnya. belum jauh ia pergi
"Annyeong!" katanya melambaikan tangan.
aku hanya tersenyum dan membalas lambaian tangannya. "dasar laki laki aneh" gumamku dalm hati
end of Nada's POV

Ruru's POV
Aku terpaksa menjadi orang ketiga dari pasangan eonni dan Sungmin oppa. karna, tidak ada pasangan. eonni sih enak bisa ngobrol dan tertawa-tawa, sedangkan aku hanya bisa bengong. dan ternyata bengongku ini melahirkan keberuntungan. aku melihat Hyukjae oppa berjalan menuju kami.
"Annyeonghaseyo.." kata Hyukjae oppa membungkukan badanya kepada kami
"Ne, annyeong" jawab kami
"apakah dia temanmu saeng?" tanya eonni padaku
"N... ne!" jawabku cepat tapi masih gugup " Hyukjae oppa?" lanjutku mengkerutkan kening keheranan
"Ne" jawab Hyukjae oppa " Hmmm .. bagaimana kalau kita melihat kembang apai dari sana." ajaknya seraya menunjuk tempat dibawah pohon
"Kau mengajak siapa?" tanya Sungmin oppa pada Hyukjae oppa
". . . . . . " Hyukjae oppa
"ne, ... ayo Hyukjae oppa" kataku memecah keheningan. Hyukjae oppa hanya menurut dan mengikutiku berjalan. aku sempat melambaikan tangan pada eonni dan Sungmin oppa. Aigoo, dia tidak tahu namaku malangnya nasibmu ini Ruruchan. dan kamipun berhenti tepat dimana tempat yang ditunjuk Hyukjae oppa tadi dan kami diam.
"hmmm... mianhae, manamu siapa?" tanyanya tiba-tiba
tuh, kan benar dugaanku dia tidak mengetahui namaku.
"Aihara Ruru" diam "kau bisa memanggilku Ruru" lanjutku tersenyum
"Ruru.. senyummu manis juga.." katanya tersenyum pula
"senyum oppa lebih manis ... hmfp" balasku reflek tak menyadarinya. Pabo! mengapa aku berkata seperti itu. aku hanya tertunduk mencoba menutupi rasa maluku.
"Gureyo?" timpalnya
aku hanya diam tetap tertunduk
"Hey  Ruru~a! lihat kembang apinya" kata Hyukjae oppa menepuk pundakku dan mendaratkannya disana
"A... moesissoyo!" teriakku bahagia dan tersenyum memandang Hyukjae oppa yang sedang melihat indahnya kembang api bersamaku :)
end of Ruru's POV

All's POV
19, Juni 2009
waktu sungguh tidak terasatiba-tiba sudah sampai di pertengahan musim panas. semua murid malas belajar karena cuaca yang mempengaruhi mereka. tetapi, tidak untuk sonsengnim.
"Aihara ... silahkan kau maju kedepan dan isi jawabannya!" kata sonsengnim dengan suara lantang.
"Aigoo... Nichan mana?" gerutu Ruru " Yesung bantu aku ..." kata Ruru menyengol tangn Yesung
"Aku tidak bisa" jawab Yesung
"baiklah" kata Ruru dan berdiri kemudian mulai berjalan kedepan dan berhenti tepap di depan papan tulis dan menciba mencorat-coretnya. tiba-tiba, Ruru berhenti karena tidak tahu bagaimana selanjutnya.
"Aigoo... " kata Ruru lirih
"Aihara waeyo ?" tanya sonsengnom tiba-tiba
"dia tidak bisa mengerjakanya guru!" teriak seorang namja yang suaranya tidak asing bagi telinga Ruru (karena bertengkar melulu)
"lihat dia hanya dia hanya diam saja di depan" lanjutnya.
Sonsengnim hanya diam. sedangkan Ruru malah menghapus jawaban yang di tulisnya di papan tulis tadi dan melemparkan penghapusnya ke arah meja Kyuhyun.
*Pletak !!!
ternyata Ruru melempar penghapusnya tepat sasaran. Kyuhyun pun memegang kepalanya yang kesakitan sambil meringis. dan berdiri..
"Sadako! apa masalahmu!!" kata Kyuhyun dengan nada marah
"Kuhun!! apa masalhmu!!" begitupun dengan Ruru seraya menatap Kyuhyun dan beralih ke sonsengnim
"Mianhae, Sonsengnim" kata Ruru pada sonsengnim dan pergi berjalan keluar kelas.


Bersambung dulu yaaaa :D

Minggu, 17 Juli 2011

South Your Bias

Shout you'r Bias of Super Junior :

View Results
Create a Blog Poll

Minggu, 12 Juni 2011

FF GAJE. GOMAWO :) Part.1

Cast : 
Lee Min Jae aka Eonni
Lee Min Ae aka Aihara Ruru
Lee Hyuk Jae aka Hyuk Jae
Lee Sungmin aka Sungmin
Cho KyuHyun aka Kuhun
Lee Soo Yun aka Soo Yun
Park Chaerin aka Nada
Choi Hwa Young aka Niichan  

Ruru's POV
Menjadi seorang anak memang harus patauh pada orangtuanya. sekarang aku harus pindah dari negeri bunga sakura ke negeri ginseng. tentu saja dengan keluargaku juga.

Bandara Incheon, Korea Selatan
"Otousan apakah rumah nenek masih jauh? aku lelah sekali" kataku sambil merangkul ibu
"ayo jalan, mobilnya sudah menunggu lama didepan" kata ayah tanpa menghiraukan kata kataku
"Oh ia, Ruruchan ini d korea mulailah menggunakan bahasa korea" kata ibu
"Ne, araseo" jawabku lemas

Rumah Nenek, Seoul
All's POV
"Annyeonghaseo !" seru kami d depan rumah nenek
"Ne, Annyeong. wah rupanya kau sudah sampai ya Jung Su" kata nenek dengan suara seraknya
"kenapa ibu yang membukakan pintu?Sunny mana?" kata ayah heran
"A Sunny! keluarlah keluargamu sudah datang" nenek berteriak
Sunny pun keluar menghampiri kami
"Ruruchan!"   Sunny mengagetkan Ruruchan yang sedang lemas
"Hah! Oneesan" Ruruchan kaget
"Mwo?"
"hmm" Ruruchan keheranan " A eonni!" lanjutnya mengerti.
Mereka pun masuk kedalam. Ruru satu kamar dengan Sunny, maklumlah rumah nenek tidak terlalu besar.

Author's POV
hmm,. pasti kalian bertanya-tanya kenapa  Sunny dan Ruru tinggal d negara yang berbeda padahal orangtuanya masih sama? gini ceritanya.
mereka itu blesteran ayah korea, ibu jepang gitu. tapi, ketika Sunny berumur 5th ia dsuruh menemani nenek yang d tinggal kakek selamanya. dan akhirnya Sunny pun pindah k korea dan tinggal d sana sampai sekarang ia berumur 18th.

Besoknya
"Ruruchan!" panggil ayah
"Mwo" 
"ini seragam sekolah SM HighSchool besok kamu sudah bisa masuk sekolah" kata ayah dan memberikan seragam sekolah "oh, ia kau ada d kelas XI.5 moga besok harimu menyenangkan" lanjutnya dan pergi
Ruru hanya bisa melongo
"hei Ruruchan kau sekolah d situ?"tanya Sunny pada adiknya itu
"Ne"
"itukan sekolah ku dulu"katanya
"eonni! kau tidak kuliah?" 
"sekarangkan hari libur" jawabnya dan berlalu

SM HighSchool, Seoul
Ruru's POV
inilah hari pertama aku masuk sekolah baru. sepertinya semua kelas sudah memulai jam pelajaran. kelasku d XI.5, sangat mudah mencarinya. aku pun mengetuk pintu dan masuk k kelas.
"Annyeonghaseo" kataku membungkukan badan
"Ne, Annyeong" kata Sonsengnim yang sedang mengajar "silakan kenalkan identitasmu" lanjutnya
"Jonen Aihara Ruru imnida, saya pindahan dari Todai HighSchool, Osaka. Gomawo" kataku memperkenalkan diri.
"Ne, Cheonmaneyo" jawabnya "Ruru apakah tidak apa apa kau duduk d belakang? kau tidak memiliki penyakit mata kan?" tanya sonsengnim padaku
"hmmm" aku bingung. selama sekolah aku tidak pernah duduk d belakang. pasti tidak enak laah. aku harus jawab apa?
"kenapa? kau duduk dengan Jong Woon" katanaya
"Ne, Gomawo "Akupun berjalan menuju mejaku.

Author's POV
Sudah tiga minggu Ruru sekolah d SM HighSchool, semuanya baik baik saja. dia pun sudah dekat dengan Yesung dan teman depan bangkunya Nichan dan Nada. tapi, ada satu yang mengganjal d kelas ini nama yang sulit d ucapkan Ruru.

Ruru's POV
Arghh!!!  ia, aku tidak ingin mengucapkannya
"Ruru coba kau kerjakan soal ini didepan!" kata sonsengnim dengan suara lantang
lamunanku pun buyar karna perintahnya tadi
"Aduuh! bagaii mana ini?" Aku memang bodoh. tidak mengerti rumus
"Ruruchan bawa saja bukuku ini" Nichan tiba tiba menoleh dan memberikan bukunya padaku. inilah yang kalu d suruh maju. aku pun maju kedepan dan menulis jawaban sesuai dengan apa yang d berikan nichan. ketika aku ingin kembali duduk.
"Guru, apakah guru tau buku yang di bawanya punya siapa?" ucap seorang namja tiba tiba
Guru pun memandang ku dan "memangnya kau membawa bukunya siapa ?" tanya guru ramah padaku
"bukunya Nichan guru" jawabku dengan cengiran kuda
"Kenapa kau membawa bukunya Nichan?" tanya guru padaku
"dia tidak mengerjakanya guru!" kata namja itu lagi
aku melihat sekilas k arang namja itu
"Ia, guru aku tidak mengerjakannya. tapi,aku akan mengerjakannya dibantu dengan Nichan" Jelasku
"A baiklah, kau boleh duduk"
"Kamsamnida guru"
ketika aku sampai d mejaku namja itu menoleh kepadaku akupun menoleh padanya
"Alasan apalagi yang ingin kau katakan pada guru Kuhun?" tanyaku seraya meledeknya
"Sadako!" balasnya dengan mata sinis
"Mwo!"
"Sudahlah!!!" Yesung pun menengahi kami. agar perdebatan ini tak berlanjut.



All's POV
Perdebatan pun mereda dan selalu yesung yang menengahinya.
"Yesung, aku lapaar" kata Ruru pada Yesung ditengah-tengah pelajaran yang sedang berlangsung.
"Nih, untungnya hari ini aku bawa bekal" balas Yesung dan memberikan bekalnya pada Ruru.
"Wah, ini Ddeokbokki. aku suka" Ruru menghirup baunya dan meletakan buku pelajarannya dengan posisi berdiri terbuka, agar guru tidakk dapat melihatnya sedang makan.
"Hmmm. A... mastida" kata Ruru seraya memakan makananya.
Yesung hanya tersenyum melihat Ruru.

Kantin, SM HighSchool
Terlihat d sudut kantin mereka [Nada, Niichan, Yesung dan Ruru] saling bertukar cerita, bercanda gurau. tetapi, tidak untuk Ruru. Ia sedang asyik memandang seorang yang diagapnya bisa membuat hatinya kecenutan.
"Hey hey .. aku ingin bertanya" kata Ruru membuat yang lain berhenti berbicara.
"Mwo !!" jawab mereka hampir berbarengan
"oppa, yang duduk d sana kau tau namanya siapa?" tanya rUru pada kawanya dan menunjuk k arah seorang namja bermata indah, memiliki bibir yang seksi dan berwajah lucu.
"oppa, yang berrambut kuning (DongaHaei maksudnya)?" tanya Nada memastikan
"bukan!" jawab Ruru cepat "tapi, yang dsampingnya " lanjut Ruru
"Owh, yang memakai kacamata (Ryeowook maksudnya)?" jawab nada lagi
"Bukan"
"Yang mana?" tanya Yesung penasaran
"Aigoo... sudah Yesung tidak usah d hiraukan" jawab Nada dan memalingkan pandangan Yesung dengan tangannya "A.. Yesung mendingan kau makan bekal bawaanku saaja!" tawar Nada pada Yesung
"A.... Aniyo" kata Yesung tersenyum pahit
"owh, itu. namanya HyukJae oppa" kata Nichan datar
"Siapa Nichan?" Ruru memandang Nichan dengan mata berbinar-binar
"HyukJae oppa ?" ulang Ruru
"Ne!"
"Hmmm, HyukJae oppa" Ruru memandang HyukJae oppa dengan senyuman. hingga dia tidak tahu kalau temanya HyukJae oppa memperhatikan Ruru. dan akhirnya Ruru pun menyadarinya.
"Aduuh maluuu.." kata Ruru tiba tiba
"Wae?" tanya Yesung yang duduk dsebelah Ruru
"Dia melihatku"
"Bohong! coba kau lihat lagi" saran Nichan
Ruru pun menruti saran Nichan dan mencoba melihat HyukJae oppa. daaaan.... HyukJae oppa tersenyum pada Ruru dan melambaikan tangannya memberi isyarat 'Annyeong.." sedangkan Ruru hanya tersenyum canggung pada HyukJae oppa. Ruru pun menunduk dan tersenyum sendiri.
"Hey, Soo Yun. bagaimana kelasmu? tanya Nichan pada seorang yeoja
"Hmmm Nichan kelasku tak ramai tanpam hahhahahhahaha :D " jawabnya "oh, ia aku duluan yaa" lanjutnya dan berlalu
"siapa?" tanya Ruru
"pacarnya KyuHyun"
"Kuhun punya pacar?" Ruru terheran-heran
"Wae? kau heran yaa..." timpal Nada " Eh, Soo Yun duluan looh yang ngajak pacaran" jelas Nada
"A... itu bukan urusanku" jawab Ruru
karna bel masukk sudah berbunyi mereka pun pergi meninggalkan kantin.

25, April 2009
SM HighSchool, Seoul
kelas tampak seperti biasa hanya terdengar Guru yang sedang menerangkan pelajaran. sedang muridnya ada yang sedang cemas.
"Ruru, antar aku k WC!" Nichan tiba-tiba meminta Ruru
Ruru si mau mau saja, karena menurutnya tidak ada pelajaran yang menyenangkan kecuali seni.
"kau yang ijin" timpal Ruru
"Ayo !" Nichan pun berdiri dikuti dengan Ruru. Nichan pun meminta ijin pada sonsangnim dan mereka pun keluar.
"Aduuh, aku sudah tidak kuat" kata Nichan dan langsung masuk k WC
Brooot..... Broooooot...... Brooootoooooot....
"Aigooo... tadi pagi kau makan apa Nichan!!" teriak Ruru seraya menutup hidungnya
5menit kemudian, Nichan keluar
"Yasudah.. Ayoo!!" ajak Ruru agar cepat cepat ke kelas
"Ruru~a!"
"Mwo!"
"Kau pergi k festival kembang api nanti dengan siapa?" tanay Nichan tiba tiba
"Mwo!" Ruru berpikir sejenak " Maunya sii denga HyukJae oppa" jawab Ruru dan tersenyum
"Aduuh!! Ruru, sepertinya tadi pagi aku salah makan deeh" kata Nichan memegang perutnya dan masuk k WC lagi
Brooot..... Broooooot...... Brooootoooooot....
"Bauuu Nichan!!!" teriak Ruru
Akhirnya setelah Nichan selesai membuang hajatnya, mereka pun kembali kkelas. dalam menuju perjalanan menuju kelas.
"hey, bukankah festival kembang apinya nanti malam?" tanya Ruru membuka pembicraan
"Ne" jawab Nichan cepat " aku berharap nanti Yesung mengajakku" lanjutnya dan tersenyum
sesampainya dkelas
"kenapa kalin lama sekali? kalian sengaja yaa.. tidak mengikuti pelajaran saya!" bentak guru pada mereka
"A.. aniyo, perut Nichan sedang tidak baik Guru" jelas Ruru
"ia, guru sepertinya tadi pagi saya salah sarapan deeh" bela Nichan " Aduuuh.. sakit lagi guru" lanjut Nichan dengan wajah meringis dan tangan memegang perutnya
"kalau kau ingin k WC lagi, jangan ajak Ruru. Sendirian saja sana!" kata guru
"tapi, guru tidak ada temenya niih.." jawab Nichan
"Nichan biar aku saja deeh, yang temenin" ucap seorang namja dari arah tempat duduk
"Siwon ! jangan bercanda kau" timpal guru "Sudah sana! Ruru temenin Nichan"
"Biak, Guru"
Mereka pun keluar

Jam sudah menunjukan detik detik bel pulang sekolah.
dan tak lama...
Bel pulang sekolah berbunyi, anak anak ributt soal festival kembang api nanti malam.
"Yesung maukan kau nanti malam pergi bersamaku?" tanya Nada sambil mendekatkan wajahnya pada Yesung dengan kedipan matanya
"Aigoo..." keluh Yesung dan menghindari Nada
"Wae?" tanya Nada lagi
"A.. sepertinya aku akan pergi bersama Ruru" jawab Yesung memandang Ruru memberi isyarat
"sepertinya kau lupa kalau kau sudah mengajak nichan" timpal Ruru
"Hmmm... lebih tepatnya seperti itu, ia kan Nichan?"
"N.. ne" jawab Nichan kaku
"Sudahlaah ayoo kita pulang" Ajak Ruru pada mereka 

Bus, Menuju pulang
"Kau pulang bersamaku Yesung?" tanya Ruru yang hendak masuk bus
"Ne" kata Yesung berhenti di depan bus
"kau duluan" suruh Ruru
Yesung pun menurut dan memasukan uang 1000 won kedalam tempat uang. sedangkan Ruru hanya berjalan masuk mengikuti Yesung.
"Hey, kau belum bayar" kata ujeonsa pada Ruru
"A.. dia sudah membayar dobel" jawab Ruru menunjuk Yesung
"Gureyo.." timpal ujeosan
mereka pun duduk bersebelahan
"kau belum bayar Ruru~a" bisik Yesung pada Ruru
"Diam.." pinta Ruru "Nanti malam kau ajak Nichan kan?" tany Ruru sekarang tidak berbisik lagi
"Aku bingung" jawab Yesung yang menundukan kepalanya dan membuka tas, mengeluarkan buku
Ruru hanya diam menunggu Yesungg membuka pembicaraan.
"di halaman paling belakang buku catatan b.inggris Nichan ada tulisan seperti ini" Yesung memulai pembicaraan dan menyodorkan buku Nichan pada Ruru
"Hah! kenapa kau bisa membawanya?" tanya Ruru kaget
"catatanku belum selesai,  karena tidak terlihat"
"memang duduk dibelakang itu tidak enaknya seperti itu..." jawab Ruru bijak. dan memulai membaca tulisan yang ada di buku Nichan.

SM HighSchool  2 hagnyeon
nan sarangeul balgyeon
songjang sarange gyeosil
nega aneun han aniyo..
myeon, naleul dan-eol leul sseojuseyo
geuligo sasil nega jeongmal chu~a
-Pyojeong Namja- 

[Translate]
tahun kedua di SM Highschool
aku menemukan cinta
cinta yang tumbuh di dalam kelas
aku tidak sadar..
kalau, aku menulis kata-kat diatas
dan kenyataannya, aku memang menyukainya
-laki" tanpa ekspresi-

setelah Ruru membaca tulisan itu.
"kau tau tulisan itu untuk siapa?" tanya Yesung cepat
"tentu saja untuk pyojeong namja"
"laki" tanpa ekspresi?" jawab yesung memastikan
"ne"
"kira-kira  siapa yaa.. dikelas kita" pikir Yesung
" Hmmm" gumam Ruru " Hey, kenapa kau begitu penasaran hah?" tanya Ruru pada Yesung.


bersambung dulu yaa :)